Sabtu, 11 Februari 2012

Simulasi Tanggap Darurat Bencana "GEMPA BUMI" SMKN. 4 Kota Bengkulu

Simulasi- Penanggulangan bencana merupakan suatu kegiatan yang kompleks, memerlukan keterlibatan semua pihak, baik jajaran pemerintah , masyarakat dan lembaga usaha dan dikoordinasikan dengan baik. Sedangkan bencana itu sendiri adalah adanya korban jiwa, luka, harta benda dan kerusakan bangunan serta fasilitas layanan masyarakat. Tahapan dari penanggulangan bencana dimulai dengan upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat sampai dengan tahap pemulihan yang meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu tahap pra bencana, terutama pada situasi terdapat potensi terjadinya bencana di suatu wilayah, tindakan untuk menurunkan resiko bila terjadi bencana adalah kegiatan kesiapsiagaan yang bertujuan disamping untuk melatih kordinasi dan komando juga meningkatkan keterampilan para pemangku kegiatan penanggulangan bencana. 

Hari ini tanggal 11 Feb 2012 lebih kurang pukul 08:00WIB, SMKN. 4 kota Bengkulu melaksanakan salah satu kegiatan tanggap darurat bencana dalam bentuk simulasi gempa bumi dengan tema "MELALUI SIMULASI KITA TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA DI SMKN 4 KOTA BENGKULU". Tujuan dari simulasi ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan di sekolah dan wilayah sekitarnya dalam rangka penanggulanggan dampak bencana gempa bumi sesuai dengan tugasnya serta bagi warga sekolah dapat mengetahui peran dan fungsinya masing-masing dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Dengan skenario simulasi sebagai berikut:
Warga SMKN. 4 Kota Bengkulu hari ini (Sabtu, 11 Feb 2012) melakukan aktifitas sehari-hari secara normal, seperti siswa sedang belajar di kelas, berolahraga di lapangan sekolah, dan sebagainya. Tiba-tiba warga sekolah dikejutkan dengan gempa bumi yang berskala besar dengan kekuatan 6,8 SR yang berpusat 30 KM barat daya Kota Bengkulu kedalaman 10 KM. Sehingga menimbulkan kepanikan warga sekolah. Warga sekolah berlarian keluar kantor,kelas, lab dll tidak tentu arah menuju lapangan terbuka untuk menjauhi bangunan-bangunan serta pohon/tiang2 sambil melindungi kepala dengan tas dan buku seadanya.
Kejadian tersebut diiringi dengan robohnya  bangunan, tiang listrik dan kerusakan lainnya. Peralatan peringatan pun berbunyi seperti bel sekolah dengan nada panjang bersahutan di beberapa tempat, termasuk guru dan penjaga sekolah memukul tiang-tiang listrik sambil berteriak...
Setelah beberapa waktu, kepala sekolah menghimbau kepada seluruh warga sekolah untuk tetap tenang dan memerintahkan ketua kelas untuk mendata teman-temannya dan melaporkan ke wali kelas masing-masing. kemudian wali kelas melaporkan ke kepala sekolah bahwa siswa ada yang tidak terdapat dititik berkumpul.
Kepala sekolah langsung memerintah pembina PMR dan PRAMUKA untuk mencari teman-temannya. Untuk menindak lanjuti instruksi kepala sekolah, Pembina PMR dan PRAMUKA menugaskan anggotanya menolong korban yang masih berada di reruntuhan gedung. Kemudian anggota PMR mulai menyiapkan perlengkapan untuk membantu korbanyang tertimpa reruntuhan bangunan untuk di bawa ketempat yang aman sementara anggota PRAMUKA mendirikan tenda pleton untuk tempat perawatan korban sementara..


1 komentar:

Tiyo Hohok mengatakan...

MANTEP YA.. SMMK 4 BISA....

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More